Suksesi

Published Oktober 21, 2012 by putrirajopagaruyuang
  1. PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Suksesi merupakan suatu proses pengorganisasian sendiri dimana ekosistem mengembangkan struktur dan proses dari energi yang tersedia. Suksesi meliputi baik pertumbuhan atau retrogesi, perubahan organisasional desain dari yang baru dan program-program adaptasi yang berulang didorong oleh simpanan-simpanan awal, tetapi kemudian suksesi beradaptasi kepada sumber-sumber yang dapat diperbaharui (Odum, 1992).

Suksesi meliputi seluruh sistem. Umumnya proses pengorganisasian program-program suksesi yang baru oleh sistem selanjutnya yang lebih besar untuk pola-pola tersebut yang mempunyai umpan balik kerja kearah permaksimuman masukan tenaga dan transformasi. Evolusi biologis, suksesi dan belajar seluruhnya secara esensial adalah sama, perbedaannya terutama adalah dalam kedetilan mereka dan skala waktu. Dalam suksesi ekologis komponen yang paling kecil dengan proses pemulihan yang cepat, ukuran sedang menyebarkan pilihan-pilihan darimana kompetisi dan sistem yang menguat menciptakan seleksi dan yang lebih besar mungkin dikenali pola-pola memori mereka dengan proses belajar secara teratur. Permukaan lahan juga diorganisir, pengumpanbalikan struktur mereka, usaha mereka memaksimumkan kebutuhan untuk tumbuhan, air, angin, gelombang dan seterusnya (Saifinah, 1979).

Dalam kondisi alamiah, pada halaman berumput yang tidak terawat akan banyak ditumbuhi rumput untuk membentuk semak belukar. Pada kondisi tertentu, pertumbuhan hutan tersebut berhenti. Peristiwa perubahan komunitas disebut proses suksesi, dimana suatu perubahan dalam jangka panjang yang mengakibatkan munculnya komunitas baru menggantikan komunitas sebelumnya (Michael, 1994)

Laju kemusnahan menurun  dengan berlangsungnya suksesi, baik suksesi autotrofik ataupun heterotrofik, perairan maupun terrestrial. Laju kehilangan awal dan perubahan laju kemusnahan dari waktu ke waktu bervariasi dalam ekosistem suksesional yang berbeda (Michael,1994)

Suksesi disebabkan dinamika individu-individu didalam ekosistem karena mereka berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan fisis. Perubahan langsung dalam komposisi species timbul ketika individu-individu dari species lain pada waktu indivisu pertama (Suin, 2000).

Vegetasi klimaks adalah vegetasi yang paling sesuai dengan iklim tanah, fisiografi dan pengaruh biota suatu daerah. Oleh karena itu, suksesi biota menuju klimaks ini, tanpa pengelolaan yang terus menerus adalah sukar untuk mempertahankan suatu daerah dengan vegetasi suksesi alam atau vegetasi eksotik untuk daerah yang bersangkutan (Dasman, 1977).

Untuk mencapai tingkatan humadity kompleks harus ada perpaduan antara tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi pada suatu daerah. Tanah menurut penguraian ekologinya disebut sebagai faktor edofik dan tanah merupakan lingkungan dari tumbuh-tumbuhan yang paling efektif di muka bumi, karena tanah sumber bahan makanan atau unsur-unsur hara yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan tersebut. Faktor iklim dibedakan atas suhu, kelembaban dan cuaca tumbuhan akan mendukung reaksi terhadap perubahan lingkungan dan lama kelamaan akan menyesuaikan diri (adaptasi). Biasanya pada suatu bioma akan ditemukan suatu klimaks vegetasi yang uniform seperti rumput-rumputan dan kadang-kadang disisipi oleh tumbuhan spesies tertentu (Saifinah, 1979).

 

1.2 Tujuan

Praktikum suksesi yang bertujuan untuk  melihat pengaruh suksesi pada suatu daerah dan untuk mengamati proses pertumbuhan atau pengurangan populasi secara bertingkat pada suatu lahan sebagai proses suksesi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. TINJAUAN PUSTAKA

 

Seorang ahli biologi menyatakan bahwa suksesi adalah perubahan yang terjadi pada suatu ekosistem yang berlangsung bertahap- tahap dalam waktu yang lama. Namun yang dianut oleh ahli- ahli ekologi sekarang adalah pandangan yang mengatakan bahwa suatu komunitas adalah merupakan suatu gabungan dari beberapa organisme. Organisme dalam suatu komunitas saling berhubungan, karena melalui proses- proses kehidupan yang saling berinteraksi. Lingkungan disekitarnya sangat penting karena mempengaruhi kehidupan organisme. Jika organisme tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, maka akan berakibat fatal bagi organisme itu. Misalnya, tanah penting untuk tumbuhan hidup karena mengandung mineral juga merupakan media bagi air dan sebagai tempat tumbuhnya akar. Sebaliknya tanah juga dapat dipengaruhi oleh tumbuhan, dapat mengurangi jumlah mineral dalam tanah dengan akar- akar tanaman yang menembus tanah yang hanya mengandung beberapa zat organik (Irwan, 1992).

Suksesi adalah cara umum perubahan progresif dalam komposisi spesies suatu komunitas yang sedang berkembang. Hal ini secara bertahap disebabkan oleh reaksi biotik dan berlangsung melalui sederetan tahapan dari tahapan pelopor menuju tahapan klimaks. Kemunduran dalam perkembangan komunitas tidak terjadi kecuali jika suksesi disebabkan atau dihentikan oleh api, perumputan atau erosi (Michael,1994).

Suksesi digolongkan menjadi dua macam yaitu suksesi primer, terjadi pada tempat-tempat yang baru terbentuk misalnya abu vulkanik yang belum mempengaruhi biota apapun. Suksesi sekunder, terjadi pada saat ekosistem mengalami gangguan atau kerusakan misalnya karena kebakaran, tetapi komposisi biotik yang sudah ada sebelumnya mempengaruhi proses. Suksesi disebut juga autotrofik bila jaring-jaring makanan tergantung pada organisme  fotosintetik, misalnya pada hutan yang terbentuk setelah terjadi kebakaran atau bekas tanah yang sebelumnya ada tanamannya. Sedangkan suksesi heterotrofik bila jaring-jaring makanan tergantung pada bahan organik, misalnya dalam pencemaran suatu arus oleh limbah organik atau dalam balok yang rapuh. Suksesi anorganik yaitu suksesi yang lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan dalam variable lingkungan ekstensik daripada keberadaan organisme-organisme contoh hutan dalam dataran rendah yang terendam karena naiknya air tanah (McNaughton, 1998).

Akhir suksesi adalah terbentuknya suatu komunitas klimaks. Berdasarkan tempat terbentuknya, terdapat tiga jenis komunitas klimaks yaitu hidroser yaitu sukses yang terbentuk di ekosistem air tawar, haloser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air payau, xeroser yaitu sukses yang terbentuk di daerah gurun.  Pembentukkan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan biasanya komposisinya bercirikan spesies yang dominan. Berdasarkan pengaruh musim terhadap bentuknya komunitas klimaks, terdapat dua teori sebagai berikut : Hipotesis monoklimaks menyatakan bahwa pada daerah musim tertentu hanya terdapat satu komunitas klimaks, hipotesis poliklimaks mengemukakan bahwa komunitas klimaks dipengaruhi oleh berbagai faktor abiotik yang salah satunya mungkin dominan (Ewussie, 1990).

Garis besar komponen-komponen (sering dikenal penyusun) kegiatan dalam suatu daerah secara normal dapat dianggap sebagai penggundulan dan penelanjangan (penyediaan atau pembentukan tempat yang kosong) yang merupakan persyaratan awal, apakah hal itu karena pemunculan diatas air atau pengendapan di bawah air, resesi atau pencairan es, pengendapan, perubahan iklim, atau faktor-faktor biotik. Perpindahan tumbuhan termasuk kolonisasi permulaan. Ecesis atau penghunian yang berhasil. Agresasi semai-semai untuk membentuk kelompok-kelompok dari satu jenis atau koloni yang terdiri atas dua jenis atau lebih. Persaingan atau yang sesungguhnya merupakan perjuangan mempertahankan hidup diantara pengkloni terutama untuk mendapatkan ruang, cahaya, air dan zat hara. Penyerbuan atau invasi oleh tumbuhan lain biasanya dari tempat berbatasan. Reaksi secara esensial mencakup perubahan-perubahan bahan yang terbentuk dalam kondisi habitat yang dibuat oleh tumbuhan sendiri, kegiatan bersama atau interaksi pengaruh organisme yang satu terhadap organisme yang lain. Stabilitas atau pemantapan yang hanya bersifat relatif. Tercapainya vegetasi klimaks (Pollunin, 1994).

Suksesi dapat terjadi pada daerah yang berbatu atau pada permukaan batuan yang gundul disebut xerark atau xeroser. Sedangkan suksesi yang terjadi pada daerah perairan disebut hydrosere. Hydrosere mengarah pada pengumpulan danau yang dapat meninggikan tanah di atas paras air dan menurunkan tingginya muka air tanah untuk menciptakan keadaan yang mirip dengan yang ada pada habitat darat (Ewussie, 1990).

Proses pengorganisasian sendiri dengan nama ekosistem-ekosistem mengembangkan struktur dan proses dari energi yang tersedia disebut suksesi. Nama ini mencakup dimensi waktu ekosistem-ekosistem. Tampaknya perubahan dalam struktur memperbaiki adaptasi sistem dalam penggunaan sumber daya. Program-program mengenai suksesi menjadi bagian daripada struktur informasi sistem-sistem itu sendiri, dalam hal memperoleh mekanisme adaptasi untuk perubahan-perubahan eksternal dalam variasi-variasi. Mekanisme-mekanisme yang berbeda dimasukkan dalam wilayah dengan tingkatan ukuran dan energi yang berbeda. Banyak model menggambarkan sistem-sistem secara baik, proses-proses dan variasi-variasi jangka pendek yang sama, tetapi tidak mempunyai tipe-tipe atau kualitas yang dapat mengganti komponen-komponen dan perubahan struktur sebagai sistem-sistem yang diamati sebenarnya. Pola-pola organisasi sendiri diberikan dengan model-model yang ditentukan dengan suksesi dan oscilasi ekosistem-ekosistem. Suksesi berbeda dengan perubahan-perubahan lain dengan waktu terutama dalam tingkatan, termasuk perubahan dalam struktur, program dan adaptasi. Sistem-sistem yang lebih besar dan periode waktu yang lebih panjang yang berkaitan dengan biosfer (Saifinah, 1979).

Suksesi meliputi seluruh sistem. Untuk contoh, permukaan tanah yang bersih menerima cahaya, air, unsur hara, imigrasi biji-bijian dan hewan-hewan hidup dan menggunakan penyimpangan yang ada berkembang ke suatu tingkatan yang teratur. Dimana hal yang teratur tersebut adalah sering terjadi, suatu komponen-komponen yang baru berkelompok (eluster) yang berkembang berupa suatu simpanan dan program suksesi yang siap untuk dibebaskan apabila permukaan tanah dibersihkan kembali. Walaupun pola menggambarkan proses yang berbeda untuk perubahan-perubahan yang menggantikan tempat seperti sistem yang lain dan pada skala waktu yang berbeda, proses-proses pengorganisasian sendiri adalah sama dan kebanyakan apa yang terjadi dapat diterangkan dengan kriteria ketetaphidupan (survival) daripada suplai tenaga maksimum pada setiap tingkat ukuran (Pollunin, 1994).

Umumnya proses pengorganisasian program-program suksesi yang baru oleh sistem selanjutnya yang lebih besar untuk pola-pola tersebut yang mempunyai umpan balik kerja kearah permaksimuman masukan tenaga dan transformasi. Evolusi biologis, suksesi dan belajar seluruhnya secara esensial adalah sama, perbedaannya terutama adalah dalam kedetilan mereka dan skala waktu. Dalam suksesi ekologis komponen yang paling kecil dengan proses pemulihan yang cepat, ukuran sedang menyebarkan pilihan-pilihan darimana kompetisi dan sistem yang menguat menciptakan seleksi dan yang lebih besar mungkin dikenali pola-pola memori mereka dengan proses belajar secara teratur. Permukaan lahan juga diorganisir, pengumpanbalikan struktur mereka, usaha mereka memaksimumkan kebutuhan untuk tumbuhan, air, angin, gelombang dan seterusnya (Saifinah, 1979).

Suksesi pada tumbuhan dapat terjadi karena disebabkan oleh  iklim, topografi dan faktor biotik. Tumbuhan tidak akan dapat teratur dengan adanya variasi yang lebar dalam waktu yang lama. Fluktuasi keadaan iklim kadang-kadang membawa akibat rusaknya vegetasi baik sebagian maupun seluruhnya. Dan akhirnya suatu tempat yang baru (kosong) berkembang menjadi lebih baik (daya adaptasinya besar) dan mengubah kondisi iklim. Kekeringan, hujan salju/air dan kilat seringkali membawa keadaan yang tidak menguntungkan pada vegetasi, 2. Topografi, Suksesi terjadi karena adanya perubahan kondisi tanah, antara lain ; Erosi dapat terjadi karena angin, air dan hujan. Dalam proses erosi tanah menjadi kosong kemudian terjadi penyebaran biji oleh angin (migrasi) dan akhirnya proses suksesi dimulai. Pengendapan (denudasi), erosi yang melarutkan lapisan tanah, di suatu tempat tanah diendapkan sehingga menutupi vegetasi yang ada dan merusakkannya. Kerusakan vegetasi menyebabkan suksesi berulang kembali di tempat tersebut. 3. Biotik, pemakan tumbuhan seperti serangga yang merupakan pengganggu di lahan pertanian demikian pula penyakit mengakibatkan kerusakan vegetasi. Di padang penggembalaan, hutan yang ditebang, panen menyebabkan tumbuhan tumbuh kembali dari awal atau bila rusak berat berganti vegetasi (Anonymous , 2011).

 

 

 

 

 

 

 

  1. PELAKSANAN PRAKTIKUM

 

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan setiap hari selasa dari tanggal 29 Maret – 19 April 2011, di sekitar rumah kawat, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang.

 

3.2  Alat dan Bahan

Pada saat pelaksanaan praktikum ini alat dan bahan yang digunakan adalah tali raffia, parang, meteran, pancang dan alat tulis.

 

3.3 Cara Kerja

Pertama dibuat plot dengan ukuran 2 x 2 pada areal terbuka. Setelah itu plot ini dibersihkan. Amati komposisi jenis tumbuhannya. Kemudian dihitung jumlah jenis dan jumlah individu tumbuhan  pada masing-masing plot. Amati terus selama 1 bulan (4 kali pengamatan). Kemudian di analisa hasil pengamatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Dari praktikum yang telah dilakukan, maka diperoleh data seperti yang terdapat pada tabel berikut :

Tabel jenis tumbuhan Suksesi yang didapat pada daerah terbuka :

Nama

Jenis

Minggu  1 Minggu 2 Minggu  3 Minggu 4
29 Maret 2011 5  April 2011 12 April 2011 19 April 2011
Graminae (sp1) 62 3 - -
Glichaena sp 19 1 - -
Imperata cylindrica 6 - 9 11
Clitoria sp 5 - - -
Acasia sp 3 - - -
Boreria alata 2 - - -
Melastoma sp 2 - - -
Sp2 2 - - -
Sp5 2 - - -
Sp3 1 - - -
Sp4 1 - - -
Sp6 - 3 - -
Sp7 - 1 - -
Liana - - 2 7
Mimosa sp - - - 22

 

Dari tabel diatas, dapat dilihat perbandingan spesies dan jumlahnya pada minggu pertama sebelum plot dibersihkan dan minggu kedua, ketida dan keempat yang merupakan terjadinya proses suksesi. Spesies yang banyak ditemukan adalah rumput (sp 1).

Pada minggu pertama sebelum plot dibersihkan terdapat spesies-spesies yang tumbuh di plot tersebut, yaitu ;  Acasia sp : 3 , Boreria sp : 2 , Clitoria sp : 5 , Imperata sp : 6 , Glichaena sp : 19 , Rumput (Sp1) : 62 , Sp 2 : 2 , Sp3 : 1 , Sp4 :1 , Sp5 : 2 dan Melastoma sp : 2.

Pada minggu kedua telah terjadi suksesi yang ditandai dengan mulai tumbuhnya beberapa spesies, yaitu; Glichaena sp :1 , Imperata sp : 3, Liana : 1 dan Rumput (Sp1) ; 3.Pada minggu ketiga terjadi penambahan jumlah spesies, yaitu ; Imperata sp : 9, Liana : 2 dan Mimosa sp : 3. Begitu juga dengan minngu keempat, terjadi penambahan jumlah spesiesnya, yaitu; Imperata sp : 11, Liana : 7 dan Mimosa sp : 22.

Perubahan yang terjadi bersifat kontinu, rentetan suatu perkembangan komunitas yang merupakan suatu sera dan mengarah ke suatu keadaan yang mantap (stabil) dan permanen yang disebut klimaks. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tansley (1920) yang mendefinisikan suksesi sebagai perubahan tahap demi tahap yang terjadi dalam vegetasi pada suatu kecendrungan daerah pada permukaan bumi dari suatu populasi berganti dengan yang lain. Clements (1916) membedakan enam sub-komponen : (a) nudation; (b) migrasi; (c) excesis; (d) kompetisi; (e) reaksi; (f) final stabilisasi, klimaks.  Uraian Clements mengenai suksesi masih tetap berlaku. Bagaimanapun sesuatu mungkin menekankan subproses yang lain, contohnya perubahan angka dalam populasi merubah bentuk hidup integrasi atau perubahan dari genetik adaptasi populasi dalam aliran evolusi.Suksesi sebagai suatu studi orientasi yang memperhatikan semua perubahan dalam vegetasi yang terjadi pada habitat sama dalam suatu perjalanan waktu.

Suatu gambaran umum dari hampir seluruh suksesi adalah bahwa komposisi species berubah dengan cepat pada awal suksesi dan lebih lambat ketika suksesi berlangsung. Pada umumnya jumlah species yang ada dalam komunitas meningkat dengan cepat ketika suksesi dimulai tetapi akan mengalami penurunan pada nilai yang lebih kurang konstan (Suin, 2004).

Proses suksesi tumbuhan dimulai segera setelah terbentuknya area daratan yang mampu menunjang tumbuhan yang dibentuk. Terbentuknya batasan karena glesier yang bergerak mundur, pembentukan pantai di tepi lautan dan danau dan pengisian bertahap tambak (kolam) berakibat tersedianya daratan baru untuk kolonisasi tumbuhan (Kimball, 1999).

Setiap spesies memiliki seperangkat kondisi lingkungan di mana ia akan tumbuh dan berkembang biak yang paling optimal. Dalam ekosistem tertentu, dan di bawah menetapkan bahwa ekosistem kondisi lingkungan, spesies yang bisa tumbuh paling efisien dan menghasilkan keturunan yang paling layak akan menjadi organisme yang paling berlimpah. Selama mengatur ekosistem kondisi lingkungan tetap konstan, spesies-spesies secara optimal disesuaikan dengan kondisi akan berkembang. Suksesi merupakan penyebab perubahan ekosistem, adalah dampak spesies yang dibentuk telah pada lingkungan mereka sendiri.Sebagai konsekuensi dari hidup adalah perubahan terkadang halus dan kadang-kadang terbuka lingkungan sendiri. Lingkungan asli mungkin telah optimal untuk jenis pertama tanaman atau hewan, tetapi lingkungan baru berubah sering optimal untuk beberapa spesies lain dari tanaman atau hewan. Dalam kondisi berubah lingkungan, sebelumnya spesies dominan mungkin gagal dan spesies lain dapat menjadi kekuasaan (Nature trail, 2002).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Sebelum pembuatan plot didapatkan 11 macam tumbuhan, yaitu : Acasia sp, Boreria sp, Clitoria sp, Imperata sp, Glichaena sp, Graminae, Sp 2,Sp3, Sp4 , Sp5 dan Melastoma sp.
  2. Tumbuhan yang banyak ditemukan pada saat sebelum pembuatan plot adalah Graminae yaitu sebanyak 62.
  3. Pada pengamatan, tumbuhan yang cepat tumbuh dan berkembang yaitu Graminae karena Graminae ini akarnya masih bersisa didalam tanah sehingga dia cepat tumbuh.
  4. Faktor-faktor luar sangat mempengaruhi pertumbuhan dan pekembagan tumbuhan dalam plot seperti faktor iklim, topografi dan faktor biotik.

 

5.2 Saran

Dalam melakukan praktikum ini, disarankan kepada praktikan untuk teliti dalam mengamati dan menghitung jumlah spesies yang terdapat dalam plot suksesi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonimous. 2011 .  Ekologi Suksesi . http://fp.uns.ac.id/~hamasains/ekotan%202 . htm. Diakses tanggal 25 April 2011

Dasman, R.F dkk. 1977. Prinsip Ekologi Untuk Pembangunan Ekonomi. Gramedia: Jakarta

Ewussie, J. Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. ITB : Bandung

Irwan, Z. O.1992. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem, Komunitas,

Dan Lingkungan. Bumi Aksara : Jakarta

Kimball, J.W. 1999. Biologi Jilid 3. Erlangga : Bandung

Lovelles, A.R. 1989. Prinsip-prinsip Biologi Untuk Daerah Tropik 2. PT. Gramedia: Jakarta

McNaughton, S.J. Larry L, Wolf. 1998. Ekologi Umum. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

Michael, P.1994. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium. Jakarta: UI Press

Nature trail. 2002. Suksesi Ekologi-Ekosistem. http://translate.google.co.id/

|id&u=http://www.psu.edu/dept/nkbiology/naturetrail/succession.htm. Universitas Negeri Pennsylvania

Odum, H.T. 1992. Ekologi Sistem Suatu Pengantar. Gdjah Mada University Press. Yogyakarta

Pollunin, Nicholas. 1994. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun. University Gadjah Mada Press. Yogyakarta

Saifinah, R. 1979. Suksesi Tumbuh-Tumbuhan. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Andalas University Press. Padang

Suin,N.M.2002.Metoda Ekologi.Unand Press: Padang

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: